Pendekatan Psikologi
PENDEKATAN BEHAVIORISME
Psikologi
behavior adalah aliran yang terdapat di Amerika Serikat. Aliran ini ditemukan
oleh John B. Watson (1878-1958) yang
menolak eksperimen-eksperimen psikologi yang membutuhkan introspeksi.
“Give
me a dozen healthy infats, well-formed, and my own special world to bring them
up in and I’ll gurantee to take any one at random and train him to become any
type of specialist I might
select-doctor, lawyer, artist...” (J.B Watson, 1924)
Perkataan
ini berasal dari John B. Watson,
yang menerbitkan makalah Landmark dengan judul “Psychology as a behaviorist views it”.
Di dalamnya, Watson
menolak struktural Wundt dan penelitiannya tentang elemen mental dan proses
bawah sadar. Dia menolak introspeksi sebagai teknik atau metode psikologi
karena kesimpulannya tidak teruji secara ilmiah oleh psikolog lainnya.
Behaviorisme
adalah bidang psikologi yang mempelajari perilaku yang tampak dan dapat di
ukur, tidak termasuk proses mental. Dengan kata lain, behaviorisme memandang
bahwa kesadaran manusia tidak mungkin dapat dipelajari secara ilmiah, sehingga
mereka berfokus pada pengalaman sadar individu.
Secara
struktural dan fungsional behavior (tingkah laku) memainkan peranan penting
pada abad ke-20 dalam perkembangan ilmu psikologi pada masa awal abad ke-20.
Hal itu, disebabkan karena sudut pandang sistem pendekatannya bersifat secara
langsung. Untuk menjadikan psikologi sebagai sebuah ilmu pegetahuan, Watson
percaya , data psikologi harus dibuka untuk pemeriksaan umum seperti data dari
ilmu pengetahuan lainnya. Tingkah laku bersifat umum, kesadaran bersifat
pribadi. Pengetahuan harus sesuai dengan fakta umum karena para ahli psikologi
tidak sabar untuk mengoreksi tingkah laku, dan banyak psikologi muda yang
muncul secara cepat di Amerika menyebut diri mereka sebagai ahli behaviorisme.
Penelitian
yang dilakukan oleh Ivan Pavlov seorang
ahli psikologi Rusia terhadap kondisi respon dianggap sebagai bagian yang
penting dari penelitian tingkah laku, tetapi yang berperan dalam penyebaran behaviorisme
adalah Watson.
Watson
dan tokoh lainnya berpendapat bahwa hampir semua perilaku adalah hasil dari
pengkondisian dan lingkungan yang membentuk perilaku dengan memperkuat
kebiasaan tertentu. Contohnya seperti memberi kue kepada anak-anak untuk
menghentikan kuatnya kebiasaan rengekkan mereka. Respon yang terkondisi dipandang
sebagai unit terkecil dari perilaku yang
semakin kompleks untuk dibentuk. Semua jenis pola perilaku kompleks yang
berasal dari pelatihan atau pendidikan khusus dianggap tidak lebih dari sebuah
hubungan dari respon yang terkondisi.
Ahli
behaviorisme cenderung membahas fenomena psikologi dalam hal rangsangan dan
tanggapan (S-R), sehingga menimbulkan istilah stimulus psikologi. Istilah stimulus psikologi tersebut bukanlah suatu teori
perspektif psikologi melainkan seperangkat istilah yang dapat digunakan untuk
mengkomunikasikan informasi psikologis terminologi S-R.
PENDEKATAN KOGNITIF
Pada
masa sekarang psikologi kognitif merupakan bentuk modern dari fungsionalisme
dan juga dipengaruhi oleh psikologi gestalt dan strukturalisme.
Menurut
sejarah, perkembangan psikologi kognitif berawal dari hijrahnya Kurt Lewin ke Amerika Serikat karena
kejaran NAZI Jerman menjelang Perang Dunia II. Kemudian Lewin menyebarkan
teori-teori Psikologi Gestalt yang telah
dikembangkannya menjadi teori lapangan.
Teori
lapangan adalah teori yang membahas proses psikologi yang terjadi dalam diri
seseorang (mempelajari unsur organisme). Dalam
teori Tolman dinyatakan bahwa mempelajari O harus dilaksanakan dengan mencari relasi antara B (
behavior atau tingkah laku) dan S (situasi) dan A (atencedent atau
peristiwa-peristiwa yang mendahului). Hubungan S-R dalam teori Thorndike,
menurut Tolman perlu dijadikan hubungan S-O-R. Dalam hubungan S-O-R inilah
teori-teori psikologi lapangan mendapat tempatnya dalam dunia psikologi di
Amerika Serikat yang pada waktu itu didominasi oleh behaviorisme, untuk
kemudian berkembang menjadi teori kognitif.
Istilah
kognitif merujuk pada seluruh proses
intelektual seperti berfikir, mengingat, memahami, memutuskan, dan
sebagainya. Proses intelektual tersebut diperoleh dari informasi yang ditangkap oleh indera kemudian diproses
dalam jiwa seseorang sebelum diendapkan dalam kesadaran dan diwujudkan dalam
bentuk tingkah laku. Namun, tidak semua informasi dapat diwujudkan dalam bentuk
tingkah laku. Ada informasi yang mengendap menjadi ingatan, gejolak perasaan atau
sikap.
Perbedaan psikologi
kognitif dengan aliran psikologi lainnya
Psikologi
Analisa
Perbedaan
psikologi kognitif dengan psikologi analisa adalah psikologi kognitif tidak
meyelidiki hal-hal yang lebih mendalam dari apa yang ada pada kesadaran.
Sebaliknya psikologi analisa mempelajari apa yang ada pada alam bawah sadar dan
ketidaksadaran manusia.
Psikologi
Behavior
Perbedaan
psikologi kognitif dengan psikologi behaviorsime antara lain:
- Behaviorisme berkaitan dengan kondisioning dan proses belajar, sedangkan psikologi kognitif lebih banyak mempelajari pembentukan konsep, proses berpikir dan membangun pengetahuan.
- Behaviorisme mempelajari perilaku yang tampak, sedangkan psikologi kognitif membicarakan konsep-konsep mentalistik, yaitu konep kejiwaa yang tidak selalu tampak nyata dari luar.
- Behavior lebih mementingkan tingkah laku molekular (refleks) daripad tingkah laku molar.
- Behaviorisme mementingkan faktor kebutuhan dan pemuasan kebutuhan (reinforcement), sedangkan psikologi kognitif berpendapat bahwa tanpa ada kebutuhan kebutuhan tersebut, proses mental tetap terjadi.
Psikologi
Strukturalisme
Perbedaan
psikologi kognitif dengan psiologi strukturalisme terletak pada penggunaan
metode introspeksi. Psikologi kognitif menggunakan metode introspeksi untuk
memperoleh data dengan mencatat data
yang dijawab secara langsung dan spontan oleh orang percobaan, sedangkan
dalam psikologi struturalisme jawaban dari orang percobaan disimpan sebagai
data untuk dipertanyakan lagi secara lebih mendalam.
PENDEKATAN HUMANISTIK
Psikologi
Humanistik merupakan paham yang mengutamakan manusia sebagai makhluk
keseluruhan. Mereka tidak setuju dengan pendekatan-pendekatan lain yang
memandang manusia hanya dari salah satu aspek saja, apakah itu hanya dari
persepsinya (Gestalt), refleksnya (behavior), kesadarannya (kognitif), maupun
alam bawah sadarnya (psikoanalisa). Manusia dilihat sebagai totalitas yang unik
yang mengandung semua aspek dalam dirinya dan selalu berproses untuk menjadi
dirinya sendiri (aktualisasi diri).
Pendekatan
Humanistik adalah pandangan psikologis bahwa manusia memiliki kecenderungan
bawaan untuk memperbaiki dan menentukan hidup mereka dengan keputusan yang
merea buat. Pendekatan humanistik bertujuan untuk mendorong potensi-potensi
yang baik yang ada pada diri seseorang dalam proses aktualisasi dirinya. Karena
manusia itu unik, maka penanganannya dalam psikoterapi juga harus unik.
Dua
tokoh psikologi humanistik yang terkenal adalah Carl Roger dan Abraham
Maslow. Tahun 1940, Carl Roger memperkenalkan teknik Non-directive Psychotherapy. Teknik Non-directive Psychoterapy
merupakan suatu metode perawatan psikis yang dilakukan dengan cara berdialog
antara terapis dan klien , agar tercapai gambaran yang serasi antara ideal self
(diri klien yang ideal) dengan actual self (diri klien seseuai kenyataan yang
sebenarnya). Kemudian Abraham Maslow dikenal dengan Hierarchy
of Needs (Kebutuhan Manusia). Menurut Maslow, manusia termotivasi umtuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersbut memilii
tingkatann atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat
dasar/fisiologis) smpai yang paling tinggi (aktualisasi diri).
PENDEKATAN PSIKOANALISA
Psikoanalisa
merupakan sebuah teknik membantu orang lain dengan masalah emosional
berdasarkan teori unconscious mind oleh Sigmund
Freud. Menurut Freud, konflik dalam akal bawah sadar adalah sumber utama
masalah psikologis. Freud merumuskan struktur kepribadian manusia, yaitu id,ego
dan superego.
Teori
uncoscious mind
Pada
tahun 1909, Sigmund Freud memperkenalkan teori alam ketidaksadaran (unconscious
mind). Pada saat itu, ahli psikologi hanya menyibukkan diri dengan alam
kesadaran sebagaimana yang nyata dalam teori-teori lain yang berlaku di saat
itu seperti Teori Asosiasi, Teori Introspeksi, Behaviorisme, dan sebagainya.
Ketidaksadaran
menurut Freud berisi dorongan-dorongan yang timbul pada masa kanak-kanak yang
karena satu dan lain hal (misalnya karena dilarang oleh norma masyarakat)
terpaksa ditekan sehingga tidak muncul dalam kesadaran. Dorongan-dorongan
terlarang ini, menurut Teori Freud yang
klasik adalah naluri seksual atau disebut juga libido sexualis dan naluri
agresi atau tanatos.
Dorongan-dorongan
terlarang ini, meskipun ditekan tetap berpengaruh dan sering timbul dalam
mimpi-mimpi, kesalahan bicara (slip of
the tongue) atau bahkan dalam
perbuatan-perbuatan biasa yang dapat diterima masyarakat seperti karya seni,
karya sastra, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.
Sebalikya,
jika dorongan-dorongan ini sama sekali tidak dapat disalurkan, maka ia akan menganggu
kepribadian orang yang bersangkutan yang antara lain dapat berbentuk
gangguan-gangguan kejiwaan yang disebut psikoneurosis. Psikonalisa sebagai
teknik penyembuhan penyakit-penyakit kejiwaan (psikoterapi) mempunyai metode
untuk membongkar gangguan-gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara
lain dengan metode analisi mimpi dan metode asosiasi bebas.
Teori
kepribadian manusia
Pada
tahun 1894, seorang ilmuwan dan dokter asal Spanyol Santiago Ramon y Cajal memberi gambaran pertama tentang saraf. Saraf adalah
sel-sel yang menyusun otak dan sistem saraf. Ia berpendapat bahwa otak disusun
dari jaringan sel-sel saraf yang berinteraksi yang menjadi dasar bagi pemahaman
modern kita tentang peran otak dalam psikologi. Pada tahun 1906, Ramon y Cajal
dihadiahkan penghargaan Nobel atas usahanya tentang saraf.
Saat
ini, pendekatan neuroscience tertarik pada struktur otak yang memainkan peran
perasaan, , pikiran, berbicara, dan
proses psikologi lainnya. Mereka juga masih mencari sejauh mana psikologi
menentukan karakter psikologis kita, seperti kecerdasan dan keseimbangan
perasaan yang terpangaruh secara tutun-temurun. Neuroscience terpengaruh dengan
teori evolus Charles Darwin yang mengatakan semua spesies berhubungan dengan
proses evolusi. Oleh karena itu, mereka mempelajari hubungan antara biologi dan
psikologi pada setiap jenis yang berbeda, termasuk manusia dan bukan manusia.
Neuroscience juga dapat diartikan sebagai sudut pandang dalam psikologi yang
berfokus pada sistem saraf dalam menjelaskan perilaku dan proses mental.
Semoga bermanfaat!!


Komentar
Posting Komentar